Nikmatnya Sate Tuna Rm Ratu Kuliner Khas Gorontalo

Kalau kambing atau ayam, kadang sapi, sudah biasa dijadikan sate karena dagingnya agak kenyal dan tidak mudah patah. Tapi kalau ikan disate? Baru kali ini saya temukan disini. Kalau makan ikan bakar mungkin sudah biasa, tapi bagaimana mungkin daging ikan yang lembut dan mudah hancur ini bisa dijadikan sate. Namun itulah nyatanya, ternyata ikan tuna bisa juga dijadikan sate, walaupun memotongnya harus hati-hati.

 

Sate ikan tuna merupakan salah satu menu dari RM Ratu yang terletak di sebelah barat pantai Lahilote yang terkenal dengan jagung bakar dan batu-batuan, tepatnya di pantai Pohe. Menurut yang punya rumah makan, sate menjadi menu utama supaya ada variasi masakan yang berbeda dengan restoran lain yang rata-rata menjajakan ikan bakar atau goreng.

Rumah makan ini memang menjajakan spesialis Ikan Tuna, mulai dari dada goreng, ikan bakar, woku, jeroan hingga telornya, dan tentunya satenya yang khas itu. Namun sambalnya sangat-sangat pedas, sehingga perlu ditambah kecap agar tidak terlalu terasa pedasnya.

Rumah makannya sendiri tidaklah terlalu besar, namun hampir selalu ramai saat waktu makan tiba, terutama siang atau malam. Saya sendiri datang pas jam makan malam setelah menikmati jagung bakar di tepi pantai Lahilote dan mampir di menara Eiffel. Waktu tunggunya memang agak lama, sekitar seperempat jam lebih, maklum lagi ramai saat itu. Hampir semua bangku terisi, padahal tempat duduknya sangat terbatas. Penerangan malam tidak terlalu terang, sehingga agak sulit mengambil gambar yang cukup jelas.

Sate tuna yang ditunggu-tunggupun tiba. Ukuran potongannya mirip dengan sate kambing atau ayam, tiga potong dalam satu tusuk. Tapi memakannya harus hati-hati karena daging tuna sangatlah lembut sehingga mudah putus bila salah memotong atau menggigitnya. Pertama kali gigit nyaris saja setengah potong gigitan jatuh akibat belum pernah makan sate ikan. Setelah sadar akan kelemahan itu, saya ambil potongannya di piring, lalu dimakan bersama nasi dan sendok untuk menghindari separuh potongan jatuh lagi. Agak sulit memang, tapi justru itulah nikmatnya makan sate ikan.

Harganya sendiri tidak terlalu mahal, sekitar 4000 Rupiah per tusuk, masih lebih mahal sate kambing dengan ukuran sama. Sayangnya tidak ada sambal kecap atau kacang sebagaimana biasanya menemani sate. Yang ada malah sambal seperti makan ikan bakar atau ikan goreng biasa. Alhasil mulutpun kepedasan dan terpaksa harus menambah minum segelas lagi. Tak terasa sate sepuluh tusuk tandas begitu saja. Rasa puas tak terkira kala perut terisi penuh setelah makan. Buat teman-teman yang bertugas ke Gorontalo, jangan lupa mampir sekedar menikmati sensasi satenya.

 

Source Pegimakan.id Kompasiana
Comments
Loading...