Nyeruput Dawet Prambanan ‘Ngudi Roso’ yang Melegenda

Keberadaan para penjual es dawet di sepanjang kawasan Prambanan tepatnya di wilayah Bogem mungkin bukan hal yang baru. Dawet Ngudi Roso letaknya tepat berseberangan dengan juru supit Bogem. Kios dawet yang dimiliki oleh Karno Cipto (52) tersebut sudah lama ada sejak tahun 1990 dan awalnya berada di depan kantor Balai Purbakala yang tak jauh dari lokasi.

Dawet buatan Cipto yang resepnya telah dibuat lebih dari 25 tahun ini memiliki citarasa tersendiri. Dawetnya terbuat dari sagu pohon aren dipadukan dengan juruh dari gula jawa asli. Santannya juga tidak boleh pelit, kalau takarannya seharusnya 10 kelapa, ya tidak boleh kurang. Bagaimanapun rasa yang paling utama.

Es dawet Ngudi Roso ini juga memiliki ciri tersendiri yakni dicampur tape ketan yang tentu saja membuat rasanya semakin menarik. Untuk masalah harga, jangan khawatir. Segelas es dawet dengan tape ketan dihargai cukup murah yakni Rp 3.000,-, tidak pakai tape hanya Rp 2.500 saja.

Ada cerita tersendiri mengapa Cipto tetap mempertahankan harga murah untuk es dawet buatannya. Menurut dia, es dawet merupakan minuman rakyat dan harus bisa dijangkau semua kalangan. Setiap hari, kios dawet ini buka mulai pukul 09.00 hingga habis atau paling lama pukul 16.00 WIB. Tapi jangan sampai terlalu sore juga, karena saat cuaca terik biasanya dawet sudah terjual habis lebih cepat.

Kenikmatan dawet Ngudi Roso ini sepertinya memang tak bisa diragukan lagi. Para pejabat dan artis pun sering kali mampir untuk menjajal es dawet yang sebenarnya asli Klaten ini. Anas Urbaningrum, lalu Butet Kartarajasa dan yang terakhir Sultan memesan dawet waktu ada acara di golf Cangkringan.

Source https://lifestyle.okezone.com/read/2016/04/28/298/1374802/nyeruput-dawet-prambanan-ngudi-roso-yang-melegenda https://lifestyle.okezone.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.