Pantiaw, Makanan Tradisional Khas Bangka Blitung

Pantiaw

Bangka Belitung merupakan satu wilayah kepulauan di Indonesia yang memiliki daya tarik wisata yang tinggi.

Bangka Belitung resmi menjadi wilayah provinsi Indonesia mulai tahun 2000.

Dari awalnya yang hanya dikenal sebagai bekas galian tambang timah, namun kepopulerannya meningkat berkat film Laskar Pelangi. Di sini,  tak hanya menikmati wisata pantainya yang indah, tapi juga harus mencicipi kekayaan kulinernya. Lalu apa saja sih, makanan khas Bangka Belitung? Berikut deretannya.

  1. Pantiaw

Namanya dan bentuknya memang mirip kwetiaw.

Tapi makanan tradisional Bangka Belitung ini disajikan dengan kuah santan yang rasanya pedas manis dan diberi suwiran daging ikan. Pantiaw adalah penganan ringan berkarbohidrat tinggi karena dibuat bahan tepung beras. Pantiaw dapat dijumpai di toko oleh-oleh dan warung-warung kecil masyarakat Pangkalpinang.

Bahan:

Tepung Beras

Air

Garam

Sagu

Bumbu Kuah:

Ikan (biasanya ikan tenggiri, ikan tamban, ikan parang-parang dll)

Bawang Merah

Bawang Putih

Jahe

Lada

Minyak Goreng

Garam, Gula, Penyedap rasa secukupnya

Cara Membuatnya:

Pertama-tama untuk membuat pantiaw, haluskan beras dengan penggiling khusus beras hingga menjadi menjadi tepung yang berair. Selanjutnya tepung yang telah menyatu dengan air tersebut dituangkan ke nampan berukuran sedang (biasanya nampan berbahan alumunium), cukup sedikit saja. Kemudian nampan tersebut direbus di atas air mendidih. Selanjutnya diangkat dan ditiriskan lalu dijemur. Setelah kering ditambah dengan tepung sagu kemudian digulung dan diiris tipis-tipis.

Untuk Kuahnya:

Bumbu-bumbu dihaluskan, masukan ke air mendidih secukupnya. Tambahkan ikan yang telah dihaluskan sebagai penambah aroma kuah. Setelah masak  kuah tersebut disiram ke pantiaw yang telah dibuat tadi. Selanjutnya siap dihidangkan. Hanya uang tunai · Nyaman · Santai

Alamat : Jl. Depati Hamzah, Semabung Lama, Bukit Intan, Kota Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung 33684

Hari ini buka 05.30–20.00

Biasanya orang-orang menghabiskan waktu 15 menit sampai 2 jam di sini

Sumber info www.kompasiana.com

Source pegi Makan Kompasiana
Comments
Loading...