Putu Cangkiri, Kue Tradisional Makassar yang Mulai Terlupakan

Bentuknya yang unik dan lucu membuatnya sangat berbeda di antara makanan lainnya. Bentuknya yang mirip dengan cangkir terbalik ini menjadi salah satu ciri khas makanan yang super gurih ini. Yup,  namanya adalah Putu Cangkiri. Pada jaman dahulu, makanan ini adalah menu wajib untuk sarapan karena bahannya yang berasal dari beras ketan yang dicampur gula merah dan gurihnya kelapa muda! Itu makanya, makanan ini sangat ampuh untuk mengganjal perut di pagi hari.

Jika kamu berkunjung ke Sulawesi Selatan, Putu Cangkiri bisa ditemukan di daerah-daerah dengan suku yang sama, Bugis-Makassar, manjadikan Putu Cangkiri sebagai salah satu kuliner oleh-oleh. Jadi kamu pasti akan menemukan kue ini di pusat penjualan makanan khas Sulawesi Selatan. Putu Cangkiri sendiri berasal dari bahasa Bugis yang diambil dari kata “cangkir”, sedangkan putu adalah panganan dari beras ketan. Jadi Putu Cangkiri ini adalah panganan dari ketan yang bentuknya menyerupai bagian bawah cangkir yang terbalik. Putu Cangkiri biasanya dibuat dengan dua varian rasa, yaitu manis dengan gula merah dan gula putih.

Kalau menggunakan gula merah, maka Putu Cangkiri juga berwarna merah begitu pula ketika menggunakan gula putih maka makanan gurih ini akan berwarna putih. Namun, sayangnya kue tradisional atau kue khas memang mengalami dilema saat perkembangan dunia kuliner semakin maju. Hal ini menyebabkan Putu Cangkiri terus tergerus dengan ragam kuliner yang lebih modern. Sedihnya lagi, semakin banyak penjual Putu Cangkiri yang kemudian beralih menjual makanan kekinian agar bisa mengikuti tren masa kini. Padahal, keserdahanaan dalam bahan, bentuk dan proses pembuatan dari makanan unik ini sudah menjadi daya tarik tersendiri.

Jika kamu sudah merasakannya, pasti kamu akan selalu merindukan kehadirannya. Putu Cangkiri yang bisa kita beli dengan harga Rp 1.000 per biji  Sulawesi Selatan sebagian besar adalah penghasil kelapa dan gula merah. Bahan-bahan tersebut, yang digunakan dalam pembuatan Putu Cangkiribisa dimaksimalkan. Selain itu, Putu Cangkiri bisa menjadi bisnis kuliner yang berkembang lebih pesat karena tak membutuhkan modal yang besar. Jika kamu ingin berkreasi dengan makanan khas yang satu ini, tentu sah-sah saja.

Namun, jangan lupa untuk tetap mempertahankan bahan dasar dan cita rasa yang sudah dibuat oleh nenek moyang kita, ya!Terletak di pusat kota Maros, tepatnya di Kelurahan Taroada, Kecamatan Turikale, sebuah danau buatan seluas 2 hektare membentang. Di sekeliling danau ini, ada ratusan pedagang kaki lima yang menjajakan aneka ragam kuliner dari minuman hingga makan.

Source http://www.cakapcakap.com http://www.cakapcakap.com/putu-cangkiri-kue-tradisional-makassar-yang-mulai-terlupakan/
Comments
Loading...