Roti Dengan Kuah Kari Kambing Kuliner Khas Tanjung Pinang Riau

Roti jala ialah roti yang tidak pada umumnya. Ciri khas roti ini ialah jika pada umumnya roti berisi cokelat, pisang, susu, atau keju. Maka roti jala merupakan roti dengan kuah kari kambing dan acar nanas. Makanan ini bisa ditemui di beberapa rumah makan khas melayu.
Bisa dibilang, roti jala adalah makanan khas Melayu. Ia bisa ditemukan hampir di semua kota besar di Sumatera. Bahkan, roti jala juga digemari di Malasia.
Meski begitu, sepertinya, roti jala tidak termasuk makanan favorit yang dikenal luas. Paling tidak, berkali-kali saya menerima jawaban “tidak tahu” saat bertanya tentang makanan ini. Mencari roti jala juga tidak mudah. “Di luar Ramadan, mungkin hanya warung kami yang menyediakan roti jalan setiap hari,” kata M. Yusuf, pemilik kedai roti jala di pusat kuliner Pagaruyung, Jalan Zainul Arifin, Medan.


Tidak jelas dari mana makanan ini berasal. Ada yang bilang roti jala merupakan makanan khas Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri). Di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), roti jala dikenal dengan nama ragit dan disebut sebagai makanan khas juga.
Roti jala Medan, Sumatera Utara (Sumut), disebut lahir di Deli Maimun. Konon, pada zaman dahulu, tiap Idul Fitri dan Idul Adha, Istana Maimun dibuka untuk umum agar rakyat bisa mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha kepada sultan dan keluarganya. Saat itulah roti jalan dihidangkan. “Rati jala ini menu kesukaan sultan dan keluarganya waktu itu,” kata Yusuf.
Namun, Yusuf tidak tahu kapan tepatnya roti jala mulai dikenal. Dia hanya tahu makanan itu sudah ada sejak zaman nenek moyang. Dia mengaku generasi kelima di keluarganya yang mewarisi keahlian membuat roti jala. “Sudah ratusan tahunlah,” katanya.
Di Medan dan Aceh, roti jala dihidangkan dengan kuah kare atau gulai Melayu. Kare itu bisa berisi daging ayam atau kambing,kadang ada kentang juga. Meski tidak kuat, aroma rempah ala masakan India atau Arab terciumt dari bau kare itu. “Pengaruh India dan Timur tengah memang cukup terasa dalam kare ini,” kata Yusuf.
Disantap begitu saja, roti jala relatif tidak berasa. Ada nuansa gurih asin, memang, tapi samar sekali. Maklum, adonan roti jala hanya terbuat dari tepung terigu, telor, dan garam.
Sepertinya, kue ini memang disiapkan untuk dimakan dengan kuah. Bentuk jala itu, tampaknya, juga disengaja untuk tujuan yang sama. Dengan bentuk beranyam, roti jala akan mampu lebih banyak mengikat kuah. “Kare ayam lebih disukai di sini,”
Di Medan dan Aceh, sajian roti jala dan kare itu dilengkapi acar nanas. Namanya juga acar, tentu ada rasa asam. Namun, rasa manis cukup kuat pula pada acar nanas yang melengkapi roti jala dan kare kambing.
Menurut info , acar itulah kekhasan roti jala. Dalam pandangan lelaki yang mendapatkan resep roti jala secara turun temurun tersebut,
Di Palembang, ada kue seperti kulit martabak yang juga disantap dengan kare. Namanya ragit. Bentuknya tidak seperti jala. Adonan ragit dituang begitu saja ke wajan kecil lalu diratakan tipis-tipis. Mirip-mirip cara membuat “kue lekker” di Surabaya. Kulit tipis itu dibentuk segi tiga atau digulung sebelum disajikan dengan kare ala India.
Namun, saat saya tanyakan apa beda ragit dan roti jala, Edi Boy, manajer River Side Restaurant, Palembang, bilang sama saja. Menurut dia, ragit itu memang roti jala. Bahkan, kata dia, ragit awalnya juga berbentuk seperti jala. “Mungkin membuat bentuk jala dianggap ribet, jadi banyak yang membuatnya lembaran biasa. Tapi, aslinya seperti jala. Sampai sekarang juga masih banyak yang menyajikan ragit dengan bentuk seperti jala,”

Bangi yang penasaran dengan makanan yang satu ini, datang langsung ya guys, .

Alamat :Jl. Ahmad Yani (Depan Indomaret) (Disamping BNI), Pekanbaru, Riau 28000, Indonesia

Source Pegi Makan Roti Jala
Comments
Loading...