Masakan Gurame Pedesaan Rumah Makan Lesehan Asri Pak Subowo

Tonjolkan Kesan Jawa Timuran dan Masakan Gurame Pedesaan

Kelezatan gurame yang disajikan sebagai menu utama masakan yang dapat dinikmati bersama,tak lagi jarang untuk ditemui di berbagai rumah makan yang kebanyakan berskala besar. Gurame tersebut, kebanyakan disajiakan biasa dengan menu asam manis, gurami kecap, dan berbagai resep gurami konvensional lainya.

Tetapi, di Pandaan, terdapat sebuah rumah makan yang mengolah Gurami, dengan bumbu acar dan rica yang tidak biasa. Seperti apa?

Pertama kali melangkahkan kaki memasuki rumah makan lesehan Asri Pak Subowo,kesan yang tertangkap adalah keasrian tempat yang menaungi lesehan tersebut. Tak hanya karena dikelilingi oleh pepohonan, dan kolam ikan yang tersebar di beberapa titik dekat lesehan. Rumah makan yang berkonsep tradisional tersebut, juga terletak jauh dari jalan umum yang makin menguatkan kesan asri dan pedesaan.

Wartawan koran ini, memasuki lesehan di jam yang masih pagi. Sekitar pukul 10.00, namun, beberapa pelanggan terlihat memadati gazebo-gazebo yang berada di sekeliling restoran. Tak hanya pasangan- pasangan muda mudi yang terlihat di gubuk-gubuk yang berada di restoran tersebut. Beberapa keluarga lengkap dengan anak-anak dan orangtuanya juga terlihat ramai memenuhi temat-tempat yang disediakan.

Pelanggan rumah makan tersebut, tak hanya membawa kendaraan beroda empat layaknya pelanggan lesehan besar lain. Terlihat kendaraan beroda dua, juga kerap memarkir kendaraannya di lesehan yang menyediakan menu utama gurame tersebut.

Lesehan tersebut, memiliki menu andalan Gurame. Meski, olahan ayam, menurut pengunjung restoran yang berada di gazebo sebelah, juga memiliki citarasa yang tak kalah lezat. Tak berapa lama kemudian, pesanan kami-pun tiba, gurame acar dan gurame rica, yang disajikan lengkap dengan nasi dan dadar jagung yang masih mengepul. Karena hawa pedesaan yang mendukung, tak berapa lama, wartawan koran ini, langsung menandaskan sajian yang dihidangkan oleh Subawa.

Tonjolkan Nuansa Jawa Timuran

Jika banyak pemilik warung lesehan mengusung konsep Jawa Barat dan Sunda sebagai nuansa alami restoran yang di angkat oleh mereka. Berbeda dengan Subawa, pemilik Lesehan Asri yang berada di jalan Dramawansa, Desa Plintahan. Subawa yang merupakan putra asli kelahiran Jawa Timur, mengaku sengaja ingin mengusung konsep restoran yang dibuat lebih membumi kepada masyarakat dengan pendekatan latar belakang daerah.

“Baik dari segi menu masakan maupun dari konsep pembentukan lesehan yang terlihat lebih menonjolkan kesan tradisional yang benar-benar berbau Jawa Timuran. Gazebo untuk restoran-pun dibuat dengan konsep gubug Jawa Timur berbahan dasar bambu dan bangunan yang merakyat,” jelas Subawa kepada Radar Bromo.

Namun, meski menurut pengakuan Subawa lesehanya memiliki konsep sederhana, nyatanya, menurt pantauan wartawan koran ini, terlihat pengunjung amat menikmati suasana di lesehan tersebut. Tak hanya masyarakt pribumi yang terlihat, beberapa etnis China, juga terlihat di sudut-sudut gazebo yang tersebar di penjuru lesehan.

Sementara beberapa orang tua terlihat menikmati suasana, anak-anak mereka , terlihat bermain di arena permainan, dan memberi makan ikan di kolam yang disediakan oleh Subawa. Arena permainan yang disediakan di sudut lesehan, menurut keterangan Subawa dibuat dan didesain sendiri olehnya.

”Tujuanya pengadaan area permainan dan acara memberi makan ikan, biasanya untuk menutup kekurangan waktu saat menunggu pesanan yang proses memasaknya lama. Apalagi mengolah ikan segar membutuhkan waktu agar pemasakanya bisa sempurna. Nah, biasanya yang paling cepat terlihat bosan saat menunggu adalah anak-anak, jadi dibuat permainan permainan yang membuat mereka lebih betah berada di sini,” terangnya.

Selain itu, pohon-pohon yang mengelilingi restoran, rata-rata merupakan pohon buah yang sengaja di taman oleh Subawa. Ia menjelaskan, bahwa peneydiaan pohon-pohon tersebut, diperuntukkan bagi pengunjung. Menurutnya, pengunjung bisa memngambil buah langsung dari pohon untuk pencuci mulut.

“Pisang, Ramburan, Anggur,Mangga, semuanya boleh di ambil secara gratis oleh pengunjung. Ada 30 macam pohon buah, yang sengaja ditanam, agar pengunjung bisa lebih betah dan merasa layaknya dirumah sendiri,” tuturnya.

Beberpa anak kecil bahkan terlihat memadadi sebuah pohon rambutan dan arbei, yang kala itu sedang berbuah.Tak hanya anak-anak, beberapa orang yang menunggu pesanan, terlihat belalu lalang disekitar pohon mangga, kemudian memetiknya.

Namun, rupanya, tak hanya pelanggan restoran yang memadati lesehan Asri tersebut. Beberapa
masyarakat dan anak-anak tetangga, saat jam sekolah tiba, juga memadati kolam yang bisa dipancing secara gratis. Menurut Subawa, Ia sengaja menyediakan tempat memancing gratis untuk penduduk dan anak-anak sekitar.

“Biasanya, saya mengisi kolam tersebut dengan ikan nila. Ya, untuk hiburan saja, apalagi, ramainya kolam pancing tersebut, cukup mampu menjadi hiburan tersendiri bagi pengunjung, sekaligus memberi kesempatan anak-anak sekitar untuk bisa ikut merasakan indahnya suasana tradisional,” tuturnya.
Andal Ciptakan Menu Masakan Sehat.

Pemilik restoran tersebut bernama Subawa. Subawa, merupakan pria asli kelahiran petungasri, Pandaan. Menurut pengakuan Subawa, lesehan yang dikelolanya tersebut, didirikan atas dasar ketidak sengajaan, saat menyuguhkan makanan bagi tamu. Di tahun 2006, Ia memenangkan lomba rumah sehat tingkat Kabupaten Pasuruan.

Saat penyerahan hadiah berlangsung, Subawa mengaku, dikunjungi oleh rombongan pemberi penghargaan termasuk Istri Bupati kala itu, Ny. Jusbakir. Di rumahnya Ia memiliki beberpa kolam untuk membudidayakan gurami, bebek, ayam dan beraneka tanaman toga, yang jumlahnya ratusan.Kala dikunjungi, Ia menyuguhkan masakan hasil racikanya sendiri, yang berasal dari resep keluarganya tanpa menggunakan vetsin dan bahan penyedap instan lainya, yaitu gurami acar dan gurami rica.

Tak disangka, menurut Subawa, menu masakan yang dibuatnya digemari oleh rombongan tersebut, termasuk wanita nomer satu di Kabupaten Pasuruan kala itu.Ia mengaku disarankan untuk membangun bisnis rumah makan. Di tahun 2007, rencana pembangunan restauranya baru terealisasi.

Di awal-awal pembangunan restoran milik Subaawa, Ia sempat beberapa kali mengalami jatuh bangun. “Selain terhambat akses jalan yang saat itu masih belum dibangun, kami juga terhambat permodalan yang membatasi ruang gerak kami untuk berpromosi dan mengambangkan usaha,” tuturnya.

Pria berputri dua tersebut, mengaku restauranya baru membaik setelah melewati beberpa tahun dan keuanganya sudah mulai stabil. Lesehan milik subawa, mengandalkan menu-menu utama yang memiliki citarasa tradisional Jawa Timur, dan mengandung bahan maskan yang menyehatkan tubuh.

Seluruh menu, diciptakan sendiri oleh Subawa. Subawa, memang suka mencoba-coba resep yang berbahan utama toga.Di menu andalan restoran Subawa misalnya, untuk gurami acar dominasi rasa jahe dan kunyit bgitu melekat di masakan tersbut. Tetapi, meski maskaan utamanya didominasi oleh dua bahan tersebut, kesegaran ikan yang digunakan sebagai bahan masakan, begitu terasa. Sehingga, perpaduan rasa tersebut amat digemari oleh para pecinta masakan gurami.

“Selain itu, masakan ini, juga mempunyai khasiat untuk terapi penyakit karena mengandung bahan-bahan yang memiliki khasiat untuk menyehatkan,”terang Subawa. Subawa, memang memiliki kemampuan mengolah toga. Ia, juga pernah menciptakan obat berbahan dasar toga untuk menyebuhkan penyakit ikan di tambaknya.

Ikan yang digunakan sebagia bahan masakanya-pun, berasal dari kolam yang tersedia di samping lesehannya.”Tetapi, karena kolam yang kami miliki terbatas, setiap hari, kami juga menambah ikan dari petambak di sekitar lesehan kami. Minimal biasanya kami mengkabiskan 20 kilogram ikan.Kalau sedang ada pesanan, bisa lebih,” tuturnya.

Tak hanya Gurami, Pria tersebut, juga meneydikan berbagai menu tradisional jawa timur yang bisa dipesan untuk melepas kerinduan pada masakan rumahan. Sayur bayam dan dadar jagung misalnya, menjadi menu favorit, yang sering di pesan.”Justru, sekarang-sekarang ini, kebih banyak orang yang mencari menu maskaan rumahan, yang meski tradisional namun menyehatkan.

Sayur bayam, menurut penuturan Subawa, meski lebih banyak dipercaya sebagai daun penghilang teluh. Namun, sebenarnya memiliki khasiat untuk menghilangkan kolesterol dan daun yang bisa digunakan untuk mencegah pertumbuhan penyakit kangker.

Untuk menjaga kualitas masakanya, Subawa mengaku menonjolkan kulitas kesegaran bahan masakan. “Seperti menggunakan ikan masih segar, ayam yang setiap harinya harus baru dipotong, daun dan bumbu berkualitas.Pokoknya, harus bahan baru yang digunakan untuk mengolah masakan agar lebih terasa,” paparnya.

Source pegimakan.id matajernih.wordpress.com
Comments
Loading...