Rumah Makan Ma’Uneh Bandung

Rumah Makan Ma’Uneh

Banyaknya restoran modern dengan menu-menu western menggugah selera di Bandung tidak sepenuhnya mampu menenggelamkan hidangan nusantara. Seperti Rumah Makan Ma’Uneh yang tetap laris manis meski mengusung masakan khas tatar pasundan. Tempat makan yang satu ini memang terkenal di kota kembang dan tak sedikit wisatawan juga turut menggemari cita rasa sunda racikan Ma’ Uneh.

Sekitar tahun 1960-an Warung Ma’Uneh mulai eksis di dunia kuliner Bandung. Ia menyajikan menu masakan rumahan khas Sunda. Sajian Ma’Uneh disukai karena rasa tradisionalnya yang hingga saat ini masih terjaga. Sekarang restoran Sunda yang cukup populer ini sudah berkembang. Dari gang sempit Terasana 132 di Jalan Pajajaran, Rumah Makan Ma’Uneh kini memiliki beberapa cabang dan yang terbesar berada di Jalan Setiabudhi 159.

Meski nampak kecil dari luar, namun tempat tersebut cukup luas dalamnya dan memiliki area tempat duduk biasa dan area lesehan. Di depan terdapat etalase dimana para pengunjung bisa memilih aneka makanan yang seluruhnya menggugah selera. Kita dapat meminta pelayan untuk menghangatkan makanan yang sudah kita pilih sebelum disajikan di atas meja. Sajiannya terdiri dari masakan Sunda seperti ayam goreng, gepuk, aneka ikan, rebung, perkedel, sop buntut, sayur asem, pepesan, dan banyak lagi. Tak ketinggalan adalah lalapan segar beserta sambelnya.

Makan di Ma’Uneh jangan sampai lupa memesan ayam goreng kremesnya. Ya, penganan yang satu ini memang menjadi salah satu menu yang banyak disukai pelanggan. Ayamnya digoreng kering, tapi tidak alot. Tekstur dagingnya lembut dan terasa bumbu gurih yang meresap. Ayam goreng ini disajikan bersama taburan kremes, sebuah tepung digoreng kering, yang juga bercita rasa gurih dan renyah kriuk-kriuk bagaikan kerupuk. Menu lain yang pas untuk menikmati ayam goreng itu adalah karedok. Karedok hampir sama dengan pecel, hanya sayurannya berbeda.

Hasil gambar untuk Rumah Makan Ma’Uneh Bandung

Karedok terdiri dari sayuran mentah seperti tauge, kacang panjang, kol, dan terong yang kemudian dicampurkan dengan saus kacang yang diulek. Rasanya cenderung manis dan gurih sehingga mengimbangi asin dari ayam goreng keremes. Karena sayurannya mentah sehingga terasa lebih segar, crunchy, dan yang pasti sehat. Menyantap dua makanan tersebut belum lengkap tanpa sambal. Cobalah sambal terasi khas sunda dan sambat tomatnya, ampuh membangkitkan nafsu makan.

Hasil gambar untuk Rumah Makan Ma’Uneh Bandung

Rumah Makan Ma’Uneh ini beroperasi setiap hari, sejak pukul 07.00 – 22.30. Untuk menyantap masakan lezat khas Ma’Uneh kita harus rela merogoh kocek sedikit dalam, yaitu berkisar Rp. 30.000 hingga Rp. 50.000. Tempat ini mudah dicapai menggunakan angkot jurusan Kebon Kalapa – Ledeng, St. Hall – Lembang, atau Margahayu – Ledeng.

Source http://kuliner.panduanwisata.id http://kuliner.panduanwisata.id/files/2014/09/1-5.jpg
Comments
Loading...