Santap Malam Ringan Bubur Pak Kumis Bandung

Santap Malam Ringan Bubur Pak Kumis

Lupakan restoran dan nikmati suasana malam sembari mengisi perut di jalanan Bandung bisa menjadi kenangan manis dalam lawatan setiap pelancong. Jalan Asia Afrika adalah kawasan bersejarah yang memiliki getaran tersendiri ketika malam tiba. Di sana kita bisa menikmati kuliner malam lezat, seperti Bubur Ayam Pak Kumis.

Di Jalan Asia Afrika sebetulnya tersohor dengan kuliner Bubur PR yang berjualan tepat di depan kantor redaksi media cetak Pikiran Rakyat. Tapi di sana ada penjual bubur lain juga, tak kalah laris manis adalah bubur ayam Pak Kumis. Gerobak bubur Pak Kumis mangkal di dekat tugu KM 0, tempat dimana Gubernur Herman Willem Daendels menancapkan tongkatnya dan memerintahkan Bupati Wiranatakusumah II untuk membangun sebuah kota di sana. Tugu tersebut ada di depan gedung kantor Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat yang eye-catching dengan patung mobil setumnya. Bersama penjual kaki lima lainnya, bubur Pak Kumis “membantu” orang-orang yang ingin mengisi perut sembari menikmati suasana malam kawasan bersejarah Bandung.

Pembeli bubur ayam Pak Kumis ini cukup ramai, ada yang makan di dalam mobilnya ada pula mereka yang asik makan di trotoar jalan. Tapi pelayanannya tidak lama, semangkok bubur khas Pak Kumis akan segera tersedia di depan mata. Seperti umumnya bubur di Bandung, nasi bubur yang kental diberi aneka ragam toping seperti suiran ayam goreng kering, ati ampela, telur rebus, cakue, dan kerupuknya diganti oleh emping. Tidak cukup itu saja, bubur Pak Kumis ini sedikit berkuah (nyemek). Warna kuahnya kuning yang terbuat dari racikan kunyit. Dari kuah tersebut tercipta rasa gurih yang betul-betul terasa enak di lidah dan semakin mantap begitu ditambahkan sambal. Porsinya juga tidak terlalu numpuk ataupun kurang, pas untuk ukuran makan malam.

Hasil gambar untuk Bubur Pak Kumis Bandung

Bubur Ayam Pak Kumis mulai berjualan sekitar maghrib atau pukul 18.00 hingga jualannya habis. Terkadang jam 3 subuh pun gerobaknya masih mangkal, tapi tak jarang sebelum tengah malam pun sudah habis. Satu porsinya dibanderol seharga Rp. 17.000.

Berhubung Jalan Asia Afrika satu arah, bubur ini terletak di sebelah kanan jalan tapi tidak ada angkot yang lewat sana. Namun Anda dapat menggunakan angkot rute Dago – Kalapa, Ledeng – Kalapa, atau Kalapa – Caheum via Aceh (trayek 02) dan turun di lampu merah Asia Afrika (Hotel Preanger). Alternatif lain bisa menggunakan angkot rute St. Hall ke Gede Bage dan turun di persimpangan Jalan Naripan dan Braga (Bank Jabar), bisa juga naik angkot Kalapa – Buah Batu atau Kalapa – Sukajadi kemudian turun di Alun-Alun Bandung. Setelah itu Anda harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Source http://kuliner.panduanwisata.id http://kuliner.panduanwisata.id/indonesia/santap-malam-ringan-bubur-pak-kumis/
Comments
Loading...