Sate Gilang di Kampar

Sate Gilang di Kampar

Secara umum, tampilan Sate Gilang hampir sama dengan sate yang berasal dari ranah minang. Meski dalam beberapa hal jelas sekali perbedaannya. Cara penyajian misalnya. Bila kebanyakan sate disajikan di atas piring plastik beralaskan daun pisang, Sate Gilang menggunakan piring kaca. Menurut Zulman, sate racikannya akan lebih enak bila disajikan terpisah antara lontong ketupat serta kuah dan dagingnya.

Kuah yang dimiliki Sate Gilang juga agak berbeda, yakni bertesktur sedikit encer dengan warna kuning kemerahan. Sementara rasanya hampir menyerupai rasa gulai. Rasa gulai ini yang menghadirkan citarasa berbeda saat menyantap sate ini. Dagingnya juga sangat empuk dengan rasa bumbu yang begitu melekat. Tekstur daging empuk diperolah dari proses rebusan selama 1 jam. Kemudian ditambahkan dengan bumbu rahasia racikan Zulman. Di Sate Gilang pengunjung disediakan pilihan berupa, ayam, daging kerbau dan sapi.

Untuk ayam dihargai Rp 1.000 per tusuk, daging Rp 2.000 per tusuk, sementara ketupat Rp 1.000. Zulman menuturkan, rahasia kelezatan Sate Gilang terletak pada 12 jenis tanaman yang tumbuh di daerahnya. Dua belas macam tumbuhan ini yang diolah Zulman menjadi bumbu lezat untuk satenya.

Hasil gambar untuk Sate Gilang

Sate Gilang yang sudah buka selama 9 tahun berdiri menempati sebuah lahan pinjaman. Tempatnya juga sangat sederhana. Bermodalkan tenda dan deretan meja dan kursi dari kayu. Lokasinya, persis berada di pinggir jalan lintas Pekanbaru – Bangkinang, yakni di Dusun Pontianak, Desa Penyesawan, Kecamatan Kampar. Sate Gilang berada di sebuah tikungan, patokannya beberapa puluh meter dari Mesjid Al-Muhajirin. Atau hanya lebih kurang 5 menit sebelum memasuki Pasar Air Tiris. Dari Pekanbaru bisa ditempuh selama lebih kurang 45 menit perjalanan.

Meski bangunannya sederhana, tapi ketenaran Sate Gilang sudah sampai kemana-mana. Banyak pelanggan setianya datang dari berbagai tempat. Misalnya saja dari Pekanbaru hingga Kuantan Singingi. Bupati hingga pejabat di Kabupaten Kampar juga menjadi pelanggan di warung sate ini. Selama jam buka dari pukul 5 sore hingga 10 malam, maka deretan kendaraan roda dua dan empat akan memenuhi halamannya yang terbilang luas.

Source http://www.tripriau.com/ http://www.tripriau.com/1971/rahasia-kelezatan-sate-gilang-di-kampar.html
Comments
Loading...