Sate Mak Adjat : Lamaknyo Sate Lidah Sapi Padang

Sejak 80 tahun lalu, Mak Adjat meracik sate Padang khas Padang Panjang. Ada irisan lidah, daging sapi, dan tulang muda dalam setusuk sate yang nikmat.Menyebut sate Padang legendaris di Jakarta tak bisa meninggalkan sate Mak Adjat. Warung sate Padang di Gunung Sahari ini buka sejak tahun 1960. Gerainya berupa warung tenda di dekat perempatan lampu merah kawasan Gunung Sahari Raya.

Menu Sate Mak Adjat rupanya hanya ada dua yaitu sate Padang dan soto Padang.Meski begitu, pelanggan setia sudah tahu bahwa untuk sate mereka bisa memilih isian berbeda. Ada sate lidah, daging sapi, tulang muda, atau campuran ketiganya. Boleh memesan sate saja atau dengan tambahan ketupat.

Sate Padang + ketupat (Rp 35.000) dan soto Padang (Rp 30.000) sebagai santapan sore. Tak menunggu lama, 10 tusuk sate campur dengan irisan ketupat tersaji di meja. Sate masih sedikit berasap karena baru saja dibakar. Terlihat kuah kuning kental menggenangi sate.

Hasil gambar untuk Sate Mak Adjat

Kuah kuning ini terasa gurih dengan cita rasa rempah yang kuat. Tercecap paduan rasa kunyit, kapulaga, ketumbar, dan lada dalam sajian ini. Agaknya daun kunyit dan daun jeruk turut ditambahkan dalam bumbu kuah. Menciptakan paduan rasa gurih berempah yang seimbang.

Mak Adjat, sosok legendaris yang meracik sate ini sudah berjualan sate Padang sejak tahun 1936. Atau sekitar 80 tahun lalu di Padang Panjang. Hal ini dituturkan Akmal, cucu sekaligus generasi ketiga pemilik warung Sate Mak Adjat. Soto Padang tak ingin lewatkan. Nampak potongan daging sapi, suun, perkedel kentang, dan kerupuk merah berendam dalam kuah bening kekuningan.

Begitu diseruput, tercecap cita rasa kapulaga yang kuat dari kuah soto. Paduan daging sapi yang empuk dengan lembutnya perkedel kentang dan suun benar-benar melengkapi kenikmatan soto.Soto Padang ini memang cocok disantap malam hari. Badan terasa lebih segar usai menyantap seporsi soto ini.

Oia, tak jauh dari warung Mak Adjat ada penjual aneka es yang menunya juga bisa dipesan di sini. Kamipun memesan Es Campur (Rp 15.000) untuk segarkan tenggorokan. Es berwarna pink ini diberi isian cincau hitam, kolang-kaling, alpukat, tape, dan kelapa mudah. Sungguh jadi menu penutup yang pas.Nah, kalau sore ini melintasi Gunung Sahari atau mau mencari sate Padang enak, mamprilah ke sini. Seporsi sate lidah empuk dan racikan soto Padang nikmat siap menghangatkan perut Anda. Yuk, coba!.

Sate Mak Adjat
Jl. Gunung Sahari Raya Nomor 50
Telepon: 081298406633
Jam buka: 18.00-00.30 WIB

Source https://food.detik.com https://food.detik.com/warung-makan/d-3370235/sate-mak-adjat-lamaknyo-sate-lidah-sapi-padang-panjang-racikan-mak-adjat-yang-legendaris
Comments
Loading...