Sensasi Rasa Nasi Punel Bu Lin, Kuliner Khas Pasuruan Jawa Timur

Nasi Punel Bu Lin

Kalo pas lagi perjalanan keluar kota (bawa kendaraan sendiri) melewati Bangil-Pasuruan, coba deh mampir di warung nasi punel nya Bu Lin. Dijamin enak banget dah tuh, selain nasinya yang punel menjadi ciri khas nya, lauk pauknya nya juga top markotob deh (cucok utk yang doyan pedas).

Harga juga relatif murah (cukup untuk kantong PNS^^). Banyak banget Nasi Punel di Bangil, mungkin makanan khas daerah sono kali ya, cuman yang saat ini yang menurut ku paling enak didaerah situ cuman nasi punel nya Bu Lin. Saya juga bingung letak warung nya secara pasti, tapi yang jelas kalo dari arah surabaya ke pasuruan (kota), warung nya terletak di sebelah kiri jalan utama setelah jembatan bangil. Coba deh tanya orang sekitar situ, sepertinya warung Bu Lin terkenal banget di Bangil.

Aku coba nasi punel campur-nya yang menurut aku hampir mirip nasi krawu nya gresik (gk mirip amat sih^^), isinya ada sate daging sapi +paru + botok + gorengan serut kelapa + tumisan pedas + jeroan bumbu merah (tidak direkomendasikan untuk pengidap kolesterol tinggi). Harga juga nggak begitu mahal, untuk nasi campur seperti itu tadi + es teh hanya Rp. 10.000 (sepoloh ewu). Aneh nya walau es teh (bukan teh botol sosro lho^^) nya nambah lagi juga masih tetap dihitung 10 ribu:)

Banyak banget yang mampir di warung Bu Lin terutama orang2x yang lagi perjalanan keluar kota (rute Surabaya-Bali) dan biasa menjadi tempat sarapan para PNS^^. Warung itu bukanya dari jam 7an pagi tutup sampe habis.

Aku coba nasi punel campur-nya yang menurut aku hampir mirip nasi krawu nya gresik (gk mirip amat sih^^), isinya ada sate daging sapi +paru + botok + gorengan serut kelapa + tumisan pedas + jeroan bumbu merah (tidak direkomendasikan untuk pengidap kolesterol tinggi). Harga juga nggak begitu mahal, untuk nasi campur seperti itu tadi + es teh hanya Rp. 10.000 (sepoloh ewu). Aneh nya walau es teh (bukan teh botol sosro lho^^) nya nambah lagi juga masih tetap dihitung 10 ribu:)

Banyak banget yang mampir di warung Bu Lin terutama orang2x yang lagi perjalanan keluar kota (rute Surabaya-Bali) dan biasa menjadi tempat sarapan para PNS^^. Warung itu bukanya dari jam 7an pagi tutup sampe habis.

Kelezatannya tak sekedar dari bermacam-macam lauk yang tersaji, melainkan juga rasa nikmat pada nasinya. Begitu melahap nasi punel akan terasa bahan nasi yang benar-benar pulen, bagai ketan. Sebab itu ada sebagian orang yang menyebutnya nasi pulen.

Sebenarnya nasi punel yang banyak dijumpai di Bangil, Pasuruan, tidak menggunakan campuran ketan dan beras. Tetapi beras yang digunakan adalah jenis beras yang bergizi tinggi, seperti beras berlabel punel.

Proses penanakan beras punel tidak terlalu membutuhkan air banyak. Karena dengan takaran air yang sebanding saja beras yang ditanak sudah mengembang. Bila nasi sudah matang, kemudian nasi itu diakel (ditekan-tekan dan dibolak-balik dengan mangkuk kecil, red) di atas bakul tempat nasi. Dilakukannya proses akel agar nasi yang matang terasa lebih padat nan pulen.

Untuk lauk pelengkap cita rasa pada nasi punel terdiri dari beberapa komponen. Antara lain daging sapi goreng, dendeng daging sapi, kikil sapi, botok daun singkong, daun lamtoro, dan tempe, lalu pepes ikan tongkol, tahu masak bumbu bali, tumis kacang panjang, sayur lodeh, tempe mendol, parutan kelapa yang dimasak srundeng, ikan asin goreng, sate kerang, krupuk udang, dan sambal pencok.

Mengenai bentuk penyajian nasi punel pun cukup higienis dan alami ala tradisional. Nasi punel yang matang di bentuk dengan mangkuk bulat, dan ditaruh pada selembar daun pisang, yang disusun dengan delapan lembar daun pisang lainnya yang dilipat hingga berbentuk segitiga. Setelah itu nasi dan daun pisang ditata rapi di atas piring berbahan rotan. Menyusul pula komponen-komponen lauknya. Semua tertata dengan imaji tinggi untuk membentuk sebuah sajian serba rapi.

Sejak puluhan tahun nasi punel telah menjadi cita rasa khas kuliner kota ini. Begitu khasnya, Bekti Supardiono, suami Dahlia salah satu penjual nasi punel di Kota Bangil pernah bertutur, saat studi wisata di Bali dirinya ditanya beberapa wisatawan yang kebetulan hadir di pulau dewata, kapan nasi punel masuk Bali? “Karena rasanya yang sangat nikmat, saat berkunjung ke Pasuruan kita pasti berburu nasi punel,” ujar Supardiono menirukan ungkapan salah satu wisatawan itu.

Bahkan menurut Dahlia, 60 tahun, penjual nasi punel di Jl. Kartini 14 A, Kaliteluh, Latek, Bangil, Pasuruan, nasi punel adalah sebuah makanan yang berkhasiat tinggi. “Selain kenikmatan rasa nasinya, lauknya pun sengaja dibuat non kolestrol dan sangat alami, sehingga cocok bagi kesehatan tubuh,” katanya.

Sebagai pendukung nasi punel, biasanya sebagian penjual menyediakan minuman beras kencur. Seperti yang tersedia di warung milik Dahlia ini. “Bahan-bahan alami yang terkandung dalam minuman yang sengaja saya buat sendiri memang sangat mendukung bagi kesehatan,” lanjut Dahlia pada East Java traveler.
Sambal Kencok

Menikmati nasi punel serasa tidak lengkap bila tanpa sambal khasnya. Sambal kencok begitulah sebutannya. Sambal ini terbuat dari resep tradisional, berupa cabai merah, cabai rawit, terasi, garam, kencur, dan kacang panjang. Untuk kacang panjangnya pada sambal ini disajikan dalam bentuk teriris pendek-pendek.

Biasanya sambal kencok disajikan pada cobek kecil segenggaman tangan, yang terbuat dari bahan batu. Kekhasan rasa dari sambal ini sangat melengkapi sebuah sajian kuliner ini. Tentang rasanya tak perlu diragukan. Pedas dan sangat menggoda di lidah bercampur dengan sensasi rasa nasi punel.

Source pegimakan.id www.bing.com
Comments
Loading...