Seruput Nikmatnya Kopi Di Coffee Combi

Seruput Nikmatnya Kopi Di Coffee Combi

Industri kreatif berkembang pesat di kota Bandung dan salah satu produk kreatif itu adalah Coffee Combi. Dilahirkan dari tangan dingin seorang mahasiswa universitas negeri ternama di Bandung, tempat minum kopi bersuasana baru di tengah masyarakat muda ini sangat populer di kota kembang.

Anak-anak muda terutama mahasiswa Bandung pasti sudah tidak asing dengan nama Coffee Combi. Ya, sesuai dengan namanya, warung kopi ini bertempat di sebuah mobil VW Combi tahun 1973 berwarna merah marun yang dipadu dengan putih. Rahadika Widya Nugraha bersama kakaknya, Edwin Widya Perdana, adalah dua enterpreneur muda yang melahirkan konsep unik warung kopi mobile pertama di Indonesia. Usaha mereka memang masih seumur jagung, baru berdiri pada 27 November 2011. Meskipun begitu prospeknya cerah, terlihat dari terus silih bergantinya orang-orang yang datang menikmati kopi racikan khas Coffee Combi.

Hasil gambar untuk Coffee Combi

Dalam meracik kopinya, Rahadika dan Edwin dibantu oleh barista. Jagoan mereka adalah capuccino, dimana pengunjung dapat memilih tambahan rasa, yaitu hazelnut, tiramissu, atau karamel. Presentasi secangkir olahan kopi berbuih itu tak kalah cantik dengan kopi produk café. Di Coffee Combi pengunjung dapat melihat secara langsung peracikan pesanan mereka dan memastikan bahan yang digunakan adalah segar. Kopinya dibuat dadakan dari biji sangrai segar yang baru digiling saat pesanan kopi datang. Kopi yang digunakan asli Indonesia dari mulai Aceh, hingga Flores. Selain kopi Coffee Combi juga menyediakan minuman lain seperti teh, cokelat, dan fruit smoothies. Untuk menemani minum, Anda dapat memesan camilan cantik berupa muffin dan cup bread.

Jika ingin menyeruput kopi nikmat jalanan ini, Anda hanya perlu menyambangi Coffee Combi yang biasa mangkal di Jalan Ganeca. Tepatnya berada di depan Masjid Salman dan Kampus ITB. Harganya tidak lebih dari Rp. 15.000. Kopi mobile ini melayani para pelanggan pada hari Senin hingga Sabtu (kecuali Jumat, libur), mulai pukul 10.00 – 19.00. Khusus hari Minggu saat Car Free Day Dago, mereka buka pukul 07.00 – 15.00.

Untuk sampai ke tempat tersebut Anda dapat naik angkot jurusan Dipati Ukur – Panghegar (kombinasi warna putih, kuning, hijau) dan turun di depan Masjid Salman/Kampus ITB. Alternatif lain adalah angkot Dago – Kebon Kalapa (hijau, oranye) atau Dago – St. Hall (hijau, strip oranye) dan turun di depan Jalan Ganeca (RS. Boromeus). Kemudian lanjutkan dengan berjalan kaki.

Source http://kuliner.panduanwisata.id http://kuliner.panduanwisata.id/indonesia/seruput-nikmat-kopi-di-tepi-jalanan-bandung/
Comments
Loading...