Sop Balungan Babe, Kuliner Pembangkit Rasa Khas Demak

Sop Balungan Babe, Kuliner Pembangkit Rasa Khas Demak

Kalau kita berkunjung ke Kabupaten Demak, Jawa Tengah, jangan lupa mencicipi kuliner yang satu ini. Ya, sop balungan. Kuliner khas Kota Wali itu bisa kita jumpai dengan mudah. Banyak warung makan yang menyajikan kuliner sop berbahan dasar tulang sapi ini. Tapi cobalah singgah di warung makan Sop Balungan Babe, pasti kita akan merasakan sensasi lain dari sop balungan yang ada di bumi para wali ini. Tidak sulit mencari Sop Balungan Babe yang berada di pinggir jalan itu, persisnya Desa Mranak RT 05/RW 01, Kecamatan Demak Kota. Letaknya yang strategis yakni berada di perlintasan jalan raya Demak – Kudus, memudahkan pengunjung untuk datang ke warung itu.

Sop Balungan Babe dikelola oleh pasangan suami-istri, Sugeng (48) dan Rahayu (50). Sejak dibuka dua tahun lalu, warung sop balungan yang hanya berjarak lima menit dari Wisata Religi Masjid Agung Demak itu, selalu ramai dipadati pengunjung setiap harinya. Sop Balungan Babe, disajikan secara terpisah dalam wadah mangkuk. Adapun isinya adalah wortel, tulang sapi, kentang, kol dan kacang merah. Untuk satu porsi sop balungan dan nasi, pembeli cukup mengeluarkan uang Rp 30.000 atau kalau hanya ingin menikmati sopnya saja, cukup merogeh kocek Rp 25.000. Murah bukan? “Anak-anak kalau panggil ayahnya, babe. Makanya buka warung dinamakan babe, daripada bingung pilih nama yang cocok. Nama babe justru membawa keberuntungan,”.

Dalam sehari Sop Balungan Babe minimal menghabiskan 1,5 kuintal balungan sapi yang didatangkan langsung dari Jakarta. Ketika awal memulai bisnis kuliner sop balungan ini, Rahayu hanya mampu menghabiskan lima hingga tujuh kilogram balungan sapi. Seiring berjalannya waktu dan berkat kerja keras bersama suami, usahanya terus berkembang sehingga omzetnya terus bertambah. Sop Balungan Babe yang dikelolanya itu, mampu meraup pendapatan Rp 7 juta per harinya. Bahkan pada Hari Raya Idul Fitri yang lalu, sehari omzetnya hingga mencapai Rp 50 juta. “Kalau Lebaran Idul Fitri kemarin, sehari kita menghabiskan 7-8 kuintal balungan. Keuntungan dari sop balungan ini dapat satu mobil baru,” kata Rahayu.

Buka mulai pukul 09.00 WIB hingga 24.00 WIB, Sop Balungan Babe selalu ramai diserbu pelanggan dari Demak, Pati, Jepara dan Kudus yang merupakan pelanggan utama. Sedangkan pelanggan dari luar kota lainnya seperti Surabaya, Jakarta, Solo, Yogyakarta dan sekitarnya akan menyempatkan diri menikmati sop balungan ini saat melewati Pantura Demak. “Kadang pukul 8 kami belum siap buka, sudah diserbu pelanggan, ” ujarnya. Seperti pada masakan sop lainnya, bumbu Sop Balungan Babe cukup merica, bawang putih dan garam. Setelah bumbu dihaluskan pada saat menggoreng bumbu tidak usah menggunakan minyak goreng karena tulang belulang sudah mengeluarkan minyak sendiri.

Selain ada resep keluarga, Sop Balungan Babe terasa istimewa karena dagingnya yang empuk sehingga memanjakan lidah para pelanggannya. “Satu panci sudah ada ukuran bumbunya dan tanpa minyak goreng. Masak tulangnya 4-5 jam agar dagingnya benar-benar empuk,” kata Rahayu. “Lebih enak bisnis kuliner sop balungan. Ada dua keuntungan, dapat uang dan makan gratis. Alhamdulillah saya punya dua warung makan dan bisa memperkejakan 12 karyawan,” sambungnya.

Hasil gambar untuk Sop Balungan Babe, Kuliner Pembangkit Rasa Khas Demak

Salah seorang pelanggan, Wahib Pribadi, warga Botorejo, Kecamatan Wonosalam, Demak, mengaku ketagihan untuk selalu bertandang ke warung Babe. Selain lokasi yang mudah, harga murah dan rasanya mantap. Menrutnya, daging sapi yang menempel di tulang masih segar dan saat dinikmati rasanya empuk dan nikmat. “Sop balungannya mak nyuss! Tulangnya empuk, dagingnya juga empuk. Kuahnya segar , tambah nikmat kalau dikucuri jeruk nipis, lada bubuk dan sambal kecap. Makan sop ini bisa membangkitkan semangat, ” kata Wahib.

Source https://www.kompas.com/ https://travel.kompas.com/read/2017/09/19/152200227/sop-balungan-babe-kuliner-pembangkit-rasa-khas-demak
Comments
Loading...