Soto Ojolali Bandung Yang Tak Terlupakan

Soto Ojolali Bandung Yang Tak Terlupakan

Nama boleh Jawa, tapi rasa tetap Bandung punya. Nama Soto Ojolali sudah pasti mudah diingat begitu pula dengan makanannya yang akan selalu melekat dan dikangeni. Setiap kali bertandang ke ibukota Priangan, warung ini adalah salah satu destinasi yang harus disambangi.

Namanya memang Soto Ojolali, tapi tempat makan satu ini tak menyajikan soto khas daerah Jawa sama sekali. Warung ini merupakan tempat soto Bandung yang legendaris. Ia sudah menemani perjalanan kota kembang sejak tahun 1939/1940. Pendirinya adalah Ma Karta dan Ma Endi. Mereka awalnya berjualan soto dengan cara keliling Jalan Pasirkaliki, Stasiun, Pasar Baru, hingga Cibadak. Kelezatan soto bandungnya kala itu dikenal dengan nama Soto Karta Endi.

Dari jualan keliling kemudian membuka warung tenda hingga akhirnya bisa menempati bangunan permanen di Jalan Cibadak No. 79 Bandung saat ini. Tidak ada yang persis tahu kapan dan mengapa istilah ojolali kemudian menjadi nama pengganti warung soto Karta Endi. Ada yang mengatakan istilah tersebut berasal dari para pelanggan asal Jawa yang sering mampir. Namun ada pula yang mengatakan bahwa nama Ojolali berasal dari cerita romantis Ma Karta. Sekitar tahun 1940 itu dia memiliki kekasih berasal dari Jawa, namun karena pada zaman perang banyak orang harus hidup berpindah-pindah untuk mengungsi. Kekasih Ma Karta pun pergi dengan mewanti-wanti untuk tak melupakan dirinya (ojolali).

Saat ini tongkat estafet Soto Ojolali sudah sampai di generasi keempat yang meski tidak mengetahui pasti sejarah nama warungnya, tetap mempertahankan resep warisan Ma Karta dan Ma Endi. Dalam semangkuk soto bening khas Bandung milik Ojolali terdapat limpahan potongan kubus daging sapi, dengan irisan lobak, taburan kacang kedelai, serta daun kemangi. Aroma gurih kaldu serta surawung –bahasa Sunda daun kemangi– sukses membuat air liur bergumul di rongga mulut serta perut keroncongan. Pengunjung juga bisa menambahkan toping lain berupa jeroan, seperti babat, usus, atau paru yang bisa disajikan goreng maupun basah. Begitu menyantapnya, Anda akan sulit melupakan kesegaran soto tanpa santan khas kota Bandung.

Hasil gambar untuk Soto Ojolali Bandung

Soto Ojolali dapat dinikmati dengan merogoh kocek sebesar Rp. 22.000. Tempat ini buka setiap hari sedari pagi, yaitu pukul 06.00. Selain di pusatnya Jalan Cibadak No. 79, soto Bandung legendaris ini hadir di beberapa mall seperti Yogya BIP, Yogya Kepatihan, Kopo Square, serta Metro Indah Mall.

Source http://kuliner.panduanwisata.id http://kuliner.panduanwisata.id/indonesia/ojolali-soto-bandung-yang-tak-terlupakan/
Comments
Loading...