Tinutuan, Bubur Manado yang Unik DanMelegenda

Bubur merupakan wisata kuliner khas di beberapa tempat seperti Bandung atau Cirebon. Tapi wisata kuliner bubur yang dicampur dengan mie, mungkin cuma Manado yang punya. Penasaran seperti apa rasanya?

Tinutuan atau bubur adalah makanan khas Manado yang biasanya disantap saat pagi hari. Uniknya, bubur Manado tak hanya beras, tapi juga umbi seperti singkong, ubi dan juga buah labu. Selain itu, bubur yang berwarna kuning ini biasanya ditambahkan dengan beragam daun.

Mulai dari daun kemangi sampai daun bayam ada di dalam satu piring bubur. Nah, jika ingin coba yang berbeda, pesan saja bubur campur.

Sejarah Tinutuan Manado

Pada tahun 1981, Ny Ngantung Rompis atau lebih akrab disapa Tante Suli membuka sebuah warung Tinutuan (bubur Manado) di Jalan Wakeke, Manado, Sulawesi Utara. Warungnya ramai, dan sejak saat itu satu per satu warga yang tinggal di Wakeke mengikuti langkahnya.


Hingga saat ini nyaris semua rumah di tepi Jalan Wakeke telah menjadi warung untuk menikmati semangkuk Tinutuan. Jalan Wakeke yang panjangnya kurang dari 1 kilometer pun dinobatkan menjadi kawasan wisata makanan tradisional Tinutuan, pada tahun 2004.

Pertama melihat mungkin Anda akan aneh, tapi sekali merasakan, nyam! Nikmat! Rasanya mulut semakin ramai dengan beragam tekstur yang seru.

Jika penasaran, Anda bisa mendapatkan tinutuan campur ini di kawasan Wisata Kuliner Wakeke.

Alamat Kuliner Tinutuan Manado

Berada di Jl Wakeke, Manado

Jam Buka

Paling pas mendatangi wisata kuliner ini saat pagi hari. Karena wisata kuliner ini buka dari pukul 05.00 sampai pukul 11.00 WIB.

Harga Tinutuan 

Untuk satu porsi, bubur campur kira-kira dihargai Rp. 12.000,- sampai dengan Rp. 20.000,-.

Jangan lupa memesan perkedel jagung agar makan bubur makin nikmat ya!
Selamat berkuliner para pegimakan lovers.

Sumber gambar: kompasiana.com

pegimakan.id

Leave A Reply

Your email address will not be published.