Warung P. Djari

Warung P. Djari

Pastikan tidak menggeber kendaraan terlalu kencang saat melintas di Jalan Diponegoro, Kota Batu. Itu berlaku jika Anda ingin berhenti untuk menikmati lezatnya soto ayam legendaris di tempat tersebut. Namanya adalah soto ayam P. Djari. Warung soto ini berdiri sejak 1970 atau 47 tahun silam. Posisi warung ini persis di sebelah SPBU Jalan Diponegoro. Menu di warung ini hanya dua, yakni soto ayam biasa yang harganya cuma Rp 15.000, dan soto ayam istimewa seharga Rp 20.000. Untuk soto ayam istimewa, ada tambahan rampela ati.

Yang membedakan warung soto ini dengan yang lain adalah ciri khas kuahnya yang kental. Rasa rempah-rempahnya begitu kuat, serta daging ayamnya sangat empuk. Sepeninggal Pak Djari, pendiri warung ini, pada 2012 lalu, usaha jualan soto diteruskan kedua anaknya, Asnunik dan Astutik. Hingga kini, warung ini selalu ramai dipadati pembeli pada jam makan siang.

Bahkan, hingga sore pelanggan terus berdatangan silih berganti. Saat wartawan koran ini berkunjung pekan lalu selama kurang lebih tiga jam, Asnunik nyaris tidak pernah istirahat. Dengan cekatan kedua tangan Nunik, sapaan akrabnya, menaruh nasi ke dalam mangkuk, mengiris daging ayam, menggunting ati dan ampela, lalu menambahkan soun, kubis, telur rebus, perasan jeruk nipis, dan taburan bawang goreng.

Setelah belasan tahun berkeliling, akhirnya soto ayam P. Djari mangkal di Jalan Diponegoro, di depan warung Bethania, dan baru-baru ini warung itu bergeser beberapa langkah. Sampai sekarang pun pegawai di warung ini hanya bertugas untuk membuatkan minum atau menyiapkan bahan-bahan makanan. Urusan memasak dan menyiapkan hidangan soto tetap tanggung jawab Nunik dan kakaknya, Tutik (sapaan akrab Astutik).

Mungkin karena sejak kecil sudah terbiasa ikut berjualan soto, Nunik langsung berinisiatif meneruskan usaha bapaknya sejak orang tuanya itu mulai sakit-sakitan hingga kemudian meninggal pada tahun 2012 lalu. Setiap harinya, mulai pukul tujuh pagi, Nunik dan Tutik sudah menyiapkan semuanya. Mulai merebus ayam, membuat kuah soto, dan lain sebagainya. Untuk ayam, warung ini selalu menggunakan ayam kampung.

Source https://kuliner.radarmalang.id/ https://kuliner.radarmalang.id/warung-p-djari-di-batu-eksis-selama-47-tahun/
Comments
Loading...