Wisata Kuliner Unik Nasi Goreng Gentayangan Bandung

Nasi Goreng Gentayangan

Nasi goreng bukanlah kuliner asing di lidah orang Indonesia. Makanan favorit sejuta umat ini nyatanya bisa tampil beda dengan konsep unik seperti Nasi Goreng Gentayangan. Namanya yang mistis dan menyeramkan sudah menarik perhatian tersendiri, namun bagaimana bisa nasi goreng menggentayangi.

Mayoritas orang Indonesia memang selalu tertarik terhadap hal-hal berbau mistis. Kultur tersebut lantas menjadi ide bagi beberapa pelaku usaha kuliner, termasuk Nasi Goreng Gentayangan. Terbukti nama tersebut mampu menjaring banyak konsumen pedahal warung makan ini masih tergolong baru di kota Bandung. Usianya bahkan belum menginjak satu tahun. Dari segi tempat tidak terlalu besar tapi cukup nyaman dan bersih. Kedainya berada tepat disamping Factory Outlet Level Dago dan kafe Celebrity Coffee yang masih satu manajemen dengan Nasi Goreng Gentayangan. Sesuai dengan temanya yang mistis, Nasi Goreng Gentayangan memiliki menu dengan nama – nama yang menyeramkan. Ada Nasi Goreng Misteri Gunung Berapi, Mak Lampir, Buto Ijo, Terowongan Casablanca, Lawang Sewu, Kuntilanak, Suster Ngesot, dan lain sebagainya. Presentasinya pun sangat menarik karena mayoritas nasi goreng tidak disajikan di atas piring, tapi dalam miniatur peti mati.

Nasi Goreng Gentayangan juga mengikuti trend yang tengah berlaku di Bandung, yaitu dengan menawarkan beberapa tingkat kepedasan. Level-level pedasnya juga unik, mulai dari yang terendah yaitu merinding, menakutkan, menyeramkan, mengerikan, dan angker. Rasa pedasnya pun tidak bohong, bahkan untuk tingat menyeramkan hingga angker terasa benar-benar menusuk lidah dan mata pun berair. Nasi Goreng Gentayangan ini dimasak oleh chef taraf Internasional, sehingga selain pedas terselip juga cita rasa high class yang beda dari nasi goreng pada umunya. Seperti pada Nasi Goreng Sundel Bolong, dimana manisnya kecap begitu seimbang dengan rempah yang meledak di mulut. Belum lagi toping ati ampelanya tidak plain, karena sebelumnya sudah diolah terlebih dulu dengan campuran bawang bombay serta saus paprika yang mantap. Kelezatan Nasi Goreng Gentayangan sukses “menghantui” banyak orang hingga membuat mereka selalu merasa ingin kembali lagi.

Lokasi Nasi Goreng Gentayangan Bandung

Nasi Goreng Gentayangan ini berlokasi di kawasan Dago, tepatnya di jalan Ir. H Juanda 138 Bandung. Jika dilihat dari interiornya, tempat makan ini tergolong biasa dan tidak terlalu besar tapi cukup nyaman dan bersih. Tempat makan yang satu ini sebenarnya belum lama buka dan masih tergolong baru. Tapi peminat tempat makan ini sangat banyak hingga kadang terlihat antrian di depannya. Mungkin karena nama dari tempat makan yang unik ini membuat pengunjung menjadi tertarik dan penasaran.

Tak hanya itu, nasi goreng di sini juga bercita rasa pedas. Level-level untuk rasa pedasnya cukup unik antara lain merinding, menakutkan, menyeramkan, mengerikan, dan angker. Cabe yang digunakan pada nasi goreng Gentayangan ini berasal dari cabe yang segar sehingga rasa pedasnya sangat terasa. Bagi Anda yang senang dengan cita rasa pedas, Anda disarankan untuk mencoba nasi goreng dengan tingkap kepedasa angker. Tingkat kepedasan yang merupakan level tertinggi.

Untuk harganya, Anda hanya perlu mengeluarkan uang sekitar Rp. 15.000 hingga Rp. 30.000 saja untuk satu porsinya. Dengan harga yang relative terjangkau ini, Anda bisa menikmati rasa nasi goreng yang lezat dan suasana yang luar biasa. Jadi, Anda bukan hanya membayar untuk makanannya tapi juga suasana dan pengalaman yang berbeda dengan tempat makan yang lain.

Demikinalah informasi tentang Nasi Gorenag Gentayangan Bandung. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Tunggu apalagi? Coba rasakan suasana dan cita rasa yang berbeda di Nasi Goreng Gentayangan Bandung ini.

Untuk merasakan kemistisan Nasi Goreng Gentayangan ini kita perlu merogoh kocek mulai dari Rp. 17.000 – Rp. 40.000. Setiap harinya kedai di Jalan Dago No. 138 ini beroperasi mulai pukul 08.00 – 10.00. Tempat ini mudah dicapai menggunakan angkutan umum jurusan Dago – Kebon Kalapa atau Dago – St. Hall.

Source Pegimakan.id Panduanwisata.id
Comments
Loading...