Zoe Corner, Bukan Tempat Gaul Biasa

Zoe Corner, Bukan Tempat Gaul Biasa

Bergaul di café sambil ngopi dan wifi-an adalah kegiatan yang lumrah dilakukan anak muda zaman sekarang. Tetapi bagaimana jika kita coba untuk nongkrong di perpustakaan? Tidak perlu takut dibilang ngga gaul, karena Zoe adalah Zone of Entertainment and Education.

Taman bacaan pernah populer pada pertengahan tahun 1990 hingga awal tahun 2000. Namun keberadaannya mulai sulit ditemui seiring dengan semakin menurunnya minat baca masyarakat, terutama anak muda yang lebih hobi nongkrong di café. Namun masih ada beberapa pelaku bisnis taman bacaan yang melakukan terobosan dengan mengombinasikan perpustakaan dengan tempat makan. Persis yang dilakukan Bonny Perkasa Halim, sang pendiri Zoe Corner. Dulunya Zoe merupakan kos-kosan dan Bonny membuka Comics Corner di sebuah kamar kos pada tahun 2000.

Setahun kemudian dilakukan perombakan agar perpustakaan tersebut dikemas lebih menarik. Di lahan seluas 500 m2 kamar-kamar kos berubah menjadi tempat gaul yang nyaman serta berwawasan. Ruang tengah menjadi tempat penyewaan serta toko buku. Di sebelah kirinya terdapat ruang sewa film. Sedangkan area outdoornya disulap menjadi café ala pujasera, dimana dapat ditemukan beragam vendor makanan serta minuman, lengkap dengan sejumlah kursi dan meja. Namanya berubah menjadi Zone of Entertainment and Education dan disingkat menjadi Zoe.

Gaul di Zoe tidak hanya akan menambah wawasan dari 40 ribu koleksi bukunya, tapi juga bisa mengisi perut dengan ragam makanan menggugah selera. Mulai dari macam-macam pizza, steak, salad, nasi goreng, mie rebus, pempek, hingga aneka jus dan kopi. Salah satu makanan unik yang ada di Zoe Café adalah booth Mr. Felix. Di sana tersedia beragam jajanan ala Eropa yang sangat menarik walaupun namanya asing ditelinga. Kita akan langsung dilayani oleh bule yang sudah sangat lancar bahasa Indonesianya.

Hasil gambar untuk Zoe CornerBANDUNG

Menu unggulannya adalah Kapsalon, yaitu makanan asal Belanda yang terdiri dari campuran daging serta salad. Kapsalon Mr. Felix disajikan dalam kotak makan dari karton. Isinya berupa sayuran seperti selada, timun, serta tomat yang dicampur dengan kentang rebus dan daging ayam. Daging ayamnya sendiri sudah diolah terlebih dahulu dengan beragam rempah sehingga memiliki cita rasa yang cukup spicy. Aneka isian Kapsalon itu kemudian diberi saus garlic serta parutan keju. Jika pedasnya ingin lebih mantap, boleh minta ditambahkan sambal.

Hasil gambar untuk Zoe CornerBANDUNG

Aneka kuliner yang dijajakan di Zoe Café itu sama sekali tidak membuat kantong bolong, karena hanya berkisar Rp. 6.000 – Rp. 25.000. Untuk Kapsalon sendiri satu porsinya dibanderol Rp. 15.000. Bagi yang ingin menambah wawasan sekaligus isi perut, bisa mampir ke Zoe di Jalan Pager Gunung No. 3. Zoe beroperasi setiap Senin hingga Minggu, pukul 10.00 – 23.00.

Source http://kuliner.panduanwisata.id http://kuliner.panduanwisata.id/indonesia/zoe-corner-bukan-tempat-gaul-biasa/
Comments
Loading...